Jika kita menganggap semua hal di dunia ini mengikuti prinsip “kemenduaan”. Kuranglah tepat,karena sebenarnya dunia ini terbagi dari beberapa prinsip. Sehingga tidak betul, jika semuanya harus selalu terbelah dua, macam siang-malam, baik-buruk, dan lain sebagainya.
Ada prinsip yang cuma tunggal, contohnya : naik haji dan turun hujan. Menurut logika kemenduan, yang namanya naik harus berkonfrontasi dengan yang namanya turun. Namun logika tersebut takkan berlaku pada dua istilah di atas. Tak pernah kita dengar yang namanya turun haji (meskipun kalau dipaksa-paksakan, kata ini masih bisa dipakai). Tapi bila turun hujan, tak mungkin ada yang disebut naik hujan.
Selain prinsip dua dan satu, tersebut masih ada prinsip yang lain, seperti tentang masalah gender. Saat kita bicara legal-formil di negeri ini, selalu pilihan gender hanyalah laki-perempuan. Padahal dalam alam nyatanya, ada beberapa orang yang berkelamin ganda atau sulit diidentifikasi jenis kelaminnya. Selain ada yang lebih cenderung mempunyai pembawaan seperti lain jenisnya, yang biasa disebut gay atau lesbi. Bahkan dalam literatur kuno dari Makassar, menyebutkan ada 5 JENIS GENDER.

Desember 17, 2009 pukul 03:55
Bahkan dalam literatur kuno dari Makassar, menyebutkan ada 5 JENIS GENDER.
Iya?
Baru dengar info ini?
Sama dengan sinonom kata.

Naik = ke atas
Turun = ke bawah
Masuk = ke dalam
Keluar = ????
Salam kenal …
Desember 19, 2009 pukul 01:55
Salam kenal, juga!
Karena “keluar” bisa kemana saja, sehingga mungkin tidak perlu penjelasan lebih lanjut!
Desember 17, 2009 pukul 04:07
yup ….. yang jelas naik gaji lebih populer daripada .. turun gaji ya …..
Desember 19, 2009 pukul 01:56
ya betul, itu yang saya sukai, naik gaji
kalo perlu sehari 3 x
Desember 17, 2009 pukul 04:49
5 jenis gender apa aja tuh? jadi penasaran
Desember 19, 2009 pukul 02:01
Yaitu : laki-laki (oroane), perempuan (makunrai), perempuan yang berpenampilan seperti layaknya laki-laki ( calalai), laki-laki yang berpenampilan seperti layaknya perempuan (calabai) dan dua-gender (bissu).
Untuk yang bissu, ini lebih dianggap menampung dua elemen gender manusia, lelaki dan perempuan ( hermaphroditic beings who embody female and male elements ), juga mampu mengalami dua alam; alam makhluk dan alam roh (spirit). Sehingga ada yang menyebutnya para-gender!
Desember 21, 2009 pukul 11:33
salam kenal gan…
link dah kepasang..cekidooott
Desember 21, 2009 pukul 17:24
Makasih!
Linkya sudah saya pasang juga.